19 April 2018

Antimainstream


Konon, Jogja punya trayek bus terpanjang di dunia, Jogja - Paris. Model pada gambar di atas hanyalah pemanis. Diambil dari kawasan pantai Depok, Parangtritis (Paris) yang mendadak tenar sejak gank Cinta AADC mampir dan selfie-selfie di sana dua tahun lalu. Dari pasar ikan (TPI) Depok lurus saja ke arah timur menuju gumuk pasir Parangkusumo.

Sebenarnya, dengan bergeser beberapa menit saja kita bisa menemukan spot yang menawarkan sudut pandang antimainstream dari sejumlah destinasi wisata yang sudah umum di seputaran Jogja. Parangtritis misalnya, bergeserlah 2,7 kilometer ke arah timur untuk mendapat view garis pantai nan panjang dari atas bukit Paralayang, Watugupit. Atau bangunan Pulo Cemeti yang epic dengan hanya bergeser beberapa puluh meter dari situs Sumur Gumuling. Citra Scholastika pernah ambil gambar untuk video klipnya di sana, Pasti Bisa.

Lalu, bagaimana dengan kawasan pantai? Baron, pantai yang pas untuk piknik keluarga karena ombak yang tidak seberapa besar, pun menawarkan view hidden spot yang hanya dapat dinikmati dari atas Mercusuar Tanjung Baron. Bergeserlah 400 meter ke arah selatan dengan berbekal 2000 perak untuk naik ke atas bukit dan 10.000 untuk naik ke puncak menara. Oh ya, gambar terakhir adalah situs Ratu Boko. Berjarak 3,3 kilometer ke arah selatan.

Catatan #1: Semua gambar diambil dengan kamera smartphone berlensa 13 MegaPixel bawaan pabrik. Diolah dengan Adobe Lightroom versi mobile dengan sesekali melibatkan Snapseed.

Catatan #2: Jogja, terbuat dari rindu, pulang dan angkringan.


13 Maret 2018

Jogja dalam Romantisme


Cinderamata hari kemarin, sate jamur dari warung spesialis jamur di jalan Magelang. Sebenarnya, mampir ke sana adalah demi romantisme masa kecil, botok jamur khas Emak. Sayangnya masih belum oke, belum dapat. Tapi, inilah bonusnya! Saya yakin orang-orang di luar sana menyebutnya sebagai Wanderlust.

Soal jamur yang saya ingat, adalah sebentuk hasil 'panen' Mbah Kung di tanggul Brantas selagi mencari rumput untuk makanan pokok si Nganu. Em, saya tidak tau apakah beliau benar-benar pernah menamakannya, seekor kuda cokelat pekat penarik dokar keluarga kami. Berjaya, begitu berjaya. Sebelum tanda-tanda keberhasilan revolusi industri menyentuh setiap sudut pasar kecamatan, mobil angkutan pedesaan.

Gambar satu diambil tepat tiga hari sebelum move-on seratus persen dari Surabaya menuju Jogja. Ya, untuk selanjutnya kami sekeluarga akan menetap di Jogja. Adalah gambar kedua, Sancaka Pagi yang dijepret pada September lalu dengan kamera ponsel. Kedua gambar dimasak melalui dua hingga tiga kali penyaringan.

3 Maret 2018

Print's Not Dead


Sebuah konsep yang terinspirasi dari kebesaran nama koran terdahulu kita, Slompret Melajoe. Berjaya hingga tahun keenam puluh sejak 1860. Jauh sebelum terbentuknya NKRI, MiRC, Facebook, bahkan kata 'kekinian'. Master file dikerjakan dengan kesungguhan bersama Adobe InDesign CC dan bergelas-gelas kopi hitam maupun putih. Kompatibel dengan Adobe InDesign CS4 atau versi yang lebih baru.
Dapatkan sekarang juga di dua toko kami seberang jalan, Creative Market (CM trial) dan Etsy (Etsy trial). Tersedia dalam format INDD dan IDML.

-----

Slompret News is a modern clean newspaper template inspired by the greatness of Indonesia’s early newspaper, Slompret Melajoe. It consist of 8 individual consecutive pages with no facing pages setting. Available in common US newspaper size, 11x17 inches with a half inch margin on all sides.
Source file finely handcrafted for professional use with Adobe InDesign CC. Convertable into various format such as EPS and PDF for printing purposes. Compatible with Adobe InDesign CS4 or higher on Win OS.
Feel free to check the live preview or try it for free (CM trial & Etsy trial). But, if you would like to get a full version template, go check it out at Creative Market and Etsy.