
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, album kenangan kali ini tidak lagi bermain di kisaran warna antara hitam, putih ataupun sepia yang terlanjur tenar akan kekuatannya dalam menciptakan kesan sebuah memori di masa lalu. Kami, segenap tim kreatif berusaha memutar otak untuk membuat sesuatu yang benar-benar unik, berbeda, dan lebih segar. Untuk itu, sepertinya tidak ada masalah jika sebuah kenangan harus kaya akan warna. Itulah "ide brilian" kami dari balik dapur produksi. Nyatanya, begitu sulit mengkondisikan para model agar berkostum bebas, rapi dan berwarna cerah. Kalaupun spesifikasi pertama dan kedua telah terpenuhi, faktanya masih saja terdapat kesulitan untuk memenuhi spesifikasi terakhir, berwarna cerah.
Konsep bandara sebagai lokasi pemotretan sebenarnya sudah tercetus jauh hari sebelum kelulusan, tepatnya setahun yang lalu untuk angkatan yang lebih senior. Jika saat itu setting bandara terpaksa harus dihilangkan dari daftar opsi karena masalah kebijakan, maka kali ini kami berupaya mengajukan izin agar diperbolehkan mengeksplorasi bagian luar terminal untuk pemotretan dua puluh lima model dadakan yang terbagi menjadi dua sesi. Hasilnya? Nihil, tidak ada balasan apapun dari pihak bandara. Di sisi lain, kendala waktu tampaknya harus diperhitungkan ulang mengingat kedua puluh lima model akan sulit dipertemukan lagi dalam jangka waktu beberapa minggu ke depan. Akhirnya, sesi pemotretan itupun terpaksa dilakukan dengan status
"Illegal Operation" agar
job description yang telah disusun tetap berjalan sesuai rencana.
Sekadar berbagi, silahkan unduh sampel buku kenangan dua tahun lalu dalam format digital PDF
di sini. Tak lupa, klik juga
link ini untuk mendapatkan sampel buku kenangan tahun lalu dengan tema kereta api. Khusus tahun ini, album kenangan tidak lagi berupa buku, melainkan CD interaktif berformat flash projector dalam tampilan widescreen 2300 x 1300 piksel. Sampel disederhanakan dalam bentuk PDF di
link ini. Selamat menikmati, selagi gratis!
