17 Agustus 2009

Seratus Persen Kutipan


Pada suatu waktu Pak Karno harus berfikir lebih keras untuk menulis sebuah naskah proklamasi kemerdekaan. Pada waktu yang lain kita cukup menikmati kemerdekaan itu dengan duduk santai sambil menyebarkan semangat perjuangan via facebook. MERDEKA! (My Facebook Status, 160809 20:52)

Kapan terakhir kali kau kepalkan tangan sekuat tenaga dan pekikkan Merdeka sepenuh jiwa? Kemerdekaan bukanlah kisah masa lalu, kemerdekaan adalah semangat masa kini dan mercusuar penentu arah masa depan negeri kita tercinta. DIRGAHAYU 64 TAHUN REPUBLIK INDONESIA. (Jawa Pos, 160809 hal 7)

Waktu bergulir begitu cepat. Kita harus bergegas membenahi wajah, mengolah kekayaan negeri degan cermat, membina kerukunan dengan tulus, menjalin kerja sama dengan seksama serta menata sikap sebagai bangsa yang besar, bangsa yang terhormat. Mari berlari menuju masa depan meraih satu tujuan! DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA ke 64. (Jawa Pos, 160809 hal 5)

10 Juli 2009

Yogya, I'm Coming


Setelah sekian lama menjadi wacana dan obrolan warung kopi, akhirnya jobdes itu tercapai juga; Yogyakarta, backpacker, liburan, Malioboro, hunting, refreshing, cinderamata, semua jadi satu. Efeknya, display name kompie di kantor pun harus disesuaikan menjadi, "Yogya, I'm Coming...!!"
Dari sekitar 47 jam berada di Kota Gudeg, turut dibawa pulang; dua buah dompet kulit, empat kotak Bakpia Pathok, sebuah topi kain, sepasang sendal jepit, sebuah jumper, satu stel batik, dan sejumlah gantungan kunci. Selebihnya, beberapa sobekan tiket perjalanan darat dan tanda masuk obyek wisata.
Di sisi lain, cuaca cerah, awan tinggi dan langit biru rupanya cukup mendukung aktivitas hunting di luar ruangan. Bersama Panasonic DMC-TZ3 dengan memori dua giga-nya sukses diperoleh 395 buah gambar digital beraneka warna. 109 diantaranya layak dialbumkan dengan 12 buah gambar pilihan. Klik ilustrasi berikut untuk memperbesar gambar atau langsung kunjungi galeri fotonya.


Pangkalan Becak. Pangkalan becak di depan Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949. Tampak di seberang jalan adalah kantor pos dan gedung BNI Yogyakarta.
Dari Atas Borobudur. Jalan masuk menuju areal Candi Borobudur. Foreground adalah sebuah arca tanpa stupa penutup.
Prambanan Sore. Matahari sore tampak dari celah-celah siluet Candi Prambanan.
Tugu Yogya. Tugu Yogya dipotret pada 23:32. Rasanya, sukar sekali mengambil gambar monumen bersejarah itu tanpa 'melibatkan' para pengunjung dan fotografer lain.
Yogya Pagi Hari. Foto ini diambil pukul 06:21. Kombinasi yang cukup sempurna antara tiang PJU antik, tempat parkir, backlight dan kamera digital mahal :D.
Lokomotif. Sebuah lokomotif melintas di jalur pedestrian ujung Jalan Malioboro. Loko ini meninggalkan Stasiun Tugu untuk kembali lagi di jalur yang berbeda.
Nasi Pecel. Meskipun telah berada di jantung kota Yogyakarta tapi kami belum juga berhasil menemukan warung gudeg yang buka sepagi itu. Sayang sekali.
Sepanjang Malioboro. Sebuah andong tampak diparkir di ruas Jalan Malioboro. Di belakangnya, seorang petugas kebersihan menyemprotkan cairan pembersih untuk menghilangkan sisa-sisa kotoran dan bau tak sedap yang dihasilkan si Penarik Andong.
Trans Jogja. "Para penumpang yang terhormat, kita segera sampai di halte Senopati 1. Bagi yang akan turun, cek barang bawaan Anda. Jangan sampai ada yang tertinggal."
Gedung Masjid BI. Awalnya kami tidak mengira kalau gedung ini adalah sebuah masjid, tapi setelah diyakinkan seorang tukang becak maka kami pun percaya.
Anno 1914. Jangan salah, ini adalah ornamen jendela kaca Masjid Bank Indonesia Yogyakarta. Begitu antik.
Bangku Trans Jogja. Tidak seperti saat kami memasuki Kota Gudeg dua hari sebelumnya, kali ini Trans Jogja yang kami tumpangi terasa lebih besar dan longgar :).

20 Juni 2009

Fotografi, Kereta Api dan Desain Grafis


Semua berawal dari acara sesi pemotretan buku kenangan sejumlah siswa SMP minggu kemarin. Dari berbagai langkah kerja seperti koordinasi dengan birokrasi sekolah, konfirmasi dengan para petugas PT. KAI DAOP VIII, survey lokasi, mencoba berbaur dengan para model dadakan, mengantar mereka ke stasiun, jepret sana-jepret sini, naik kereta komuter jurusan Sidoarjo - Surabaya PP, sampai mendesain buku kenangan sehingga bernilai seni dan layak jual, tiga hal yang cukup dapat dinikmati untuk sekadar melapas penat dari rutinitas kantor sehari-hari; fotografi, kereta api dan desain grafis.
Jika koleksi jepretan pribadi terakhir sempat terpublikasi di blog ini via kalender 2009 pada awal Januari lalu, maka entah kenapa hingga awal bulan keenam ini mood untuk jeprat-jepret lagi belum juga muncul (ingat istilah konstipasi di dunia kesehatan?). Bukan karena faktor kamera ataupun kondisi tubuh, tetapi lebih pada objek unik yang belum juga terpikirkan. Hingga akhirnya tema kereta api untuk job buku kenangan tahun ini begitu menarik perhatian. Sejak saat itulah mood fotografi yang telah lama hilang secara perlahan pulih kembali seperti dulu.
Soal kereta api sebagai tema buku kenangan sebenarnya hanya sebuah opsi dari beberapa tema unik lainnya seperti retro dengan setting pabrik gula, shopping berlokasi di mall, dan transportasi udara berlatar kesibukan di sebuah bandara. Dengan pertimbangan kostum yang cukup kompleks dan dana yang memang terbatas, maka tema retro terpaksa harus dibatalkan. Sangat tidak mungkin jika tema yang diusung adalah retro sedangkan para model tetap saja menggunakan pakaian sehari-hari seperti setelan kaos oblong dengan kombinasi celana jeans ataupun sepatu kets. Opsi berikutnya adalah tema shopping yang menawarkan setting ruang publik dengan bangunan mall megah. Cukup menarik memang, hanya saja sukar diaplikasikan mengingat para model adalah sembilan belas siswa SMP yang harus bergaya di tengah keramaian mall. Untuk tema terakhir dengan setting bandara lagi-lagi harus tersisih karena kendala kostum, perlengkapan, dan tentunya birokrasi.
Selanjutnya, efek dari kedua aktivitas di atas adalah kembali berkutat dengan software pengolah gambar dan layout. Dari sinilah rutinitas kantor akhirnya kembali bergulir, trial and error seputar ketajaman gambar, kombinasi warna, intensitas gelap-terang, pemilihan filter, hingga nilai estetika. Efek lainnya, jobdes lembur di akhir tahun ajaran kembali terulang seperti yang sudah-sudah.