20 Juni 2009

Fotografi, Kereta Api dan Desain Grafis


Semua berawal dari acara sesi pemotretan buku kenangan sejumlah siswa SMP minggu kemarin. Dari berbagai langkah kerja seperti koordinasi dengan birokrasi sekolah, konfirmasi dengan para petugas PT. KAI DAOP VIII, survey lokasi, mencoba berbaur dengan para model dadakan, mengantar mereka ke stasiun, jepret sana-jepret sini, naik kereta komuter jurusan Sidoarjo - Surabaya PP, sampai mendesain buku kenangan sehingga bernilai seni dan layak jual, tiga hal yang cukup dapat dinikmati untuk sekadar melapas penat dari rutinitas kantor sehari-hari; fotografi, kereta api dan desain grafis.
Jika koleksi jepretan pribadi terakhir sempat terpublikasi di blog ini via kalender 2009 pada awal Januari lalu, maka entah kenapa hingga awal bulan keenam ini mood untuk jeprat-jepret lagi belum juga muncul (ingat istilah konstipasi di dunia kesehatan?). Bukan karena faktor kamera ataupun kondisi tubuh, tetapi lebih pada objek unik yang belum juga terpikirkan. Hingga akhirnya tema kereta api untuk job buku kenangan tahun ini begitu menarik perhatian. Sejak saat itulah mood fotografi yang telah lama hilang secara perlahan pulih kembali seperti dulu.
Soal kereta api sebagai tema buku kenangan sebenarnya hanya sebuah opsi dari beberapa tema unik lainnya seperti retro dengan setting pabrik gula, shopping berlokasi di mall, dan transportasi udara berlatar kesibukan di sebuah bandara. Dengan pertimbangan kostum yang cukup kompleks dan dana yang memang terbatas, maka tema retro terpaksa harus dibatalkan. Sangat tidak mungkin jika tema yang diusung adalah retro sedangkan para model tetap saja menggunakan pakaian sehari-hari seperti setelan kaos oblong dengan kombinasi celana jeans ataupun sepatu kets. Opsi berikutnya adalah tema shopping yang menawarkan setting ruang publik dengan bangunan mall megah. Cukup menarik memang, hanya saja sukar diaplikasikan mengingat para model adalah sembilan belas siswa SMP yang harus bergaya di tengah keramaian mall. Untuk tema terakhir dengan setting bandara lagi-lagi harus tersisih karena kendala kostum, perlengkapan, dan tentunya birokrasi.
Selanjutnya, efek dari kedua aktivitas di atas adalah kembali berkutat dengan software pengolah gambar dan layout. Dari sinilah rutinitas kantor akhirnya kembali bergulir, trial and error seputar ketajaman gambar, kombinasi warna, intensitas gelap-terang, pemilihan filter, hingga nilai estetika. Efek lainnya, jobdes lembur di akhir tahun ajaran kembali terulang seperti yang sudah-sudah.

15 komentar:

  1. hmmm tema retro untuk anak smp? sekeren itukah smp itu bung? hehehe...

    hidup retro...

    BalasHapus
  2. cuma bisa komentar: keren banget gan....

    BalasHapus
  3. kalo warnanya gitu, stasiun jadi kelihatan romantis yaa...

    BalasHapus
  4. fotonya bagus....nice shoot.

    BalasHapus
  5. hohoho...
    kpan jdny ni...

    BalasHapus
  6. Semangat belajar terus ! photograf emang menyenangkan

    BalasHapus
  7. pgn bgt bs jago desain grafis, sayangnya diriku dl salah jurusan hiks

    BalasHapus
  8. wah.. keren juga om :D

    BalasHapus
  9. ingatanku kembali muncul, sosok Mas Tato Gondrong, preman yang memalak topi baruku di stasiun itu...

    BalasHapus
  10. Thanks for all.
    @Keyz: Sebenarnya yg versi flash project exe sudah jadi, tinggal nunggu keputusan dari si boz apa jadi naik cetak ato print sendiri. Masalah klasik sih Ki', DANA...!! :)

    BalasHapus
  11. weehh, belajar jadi photograper yak?? semangad terus oom

    BalasHapus
  12. wih? anak smp punya buku kenangan? dulu saya lulus2 aja, nggak pakai gitu2.. hihihi.. boleh juga diposting hasilnya bung.. :)

    BalasHapus
  13. hmmm...
    balikin dunk kameranya..
    dah pinjem lama ga balik2
    :p
    *kabuurrr..*

    BalasHapus
  14. Untuk tampilan rasa kertas ada di http://issuu.com/fizsaja/docs/smp-2008-2009

    BalasHapus

Terima kasih atas komentarnya.