6 Agustus 2011

Bagian #1: Berangkat Kerja


Ba'da sahur kelima, istriku mengeluh tidak enak badan dengan sejumlah linu di persendian. Ah, mungkin karena menu makanan yang kami santap bersama sebelum subuh tadi, lodeh tewel dan sate jeroan hasil gerilya sore harinya di kota sebelah. Tidak hanya itu, bahkan sebangun tidur setelah subuh, dia tampak duduk diam saja beberapa saat di tepian kasur. Dia minta kuantar berangkat ngantor. Oh ya, dengan kondisi kendaraan yang hanya sebuah, ditambah jarak antara rumah dan tempat kerjaku yang sangat dekat, maka setiap pagi kami biasa melakukan hal yang biasa-biasa saja. Aku mengantar istriku ke tempat kerjaku, berikutnya dari sana, istriku melanjutkan perjalanan ke kantornya yang berjarak sekitar sepuluh kilometer di kota sebelah. Oke, memang dengan kondisi seperti itu, bisa dikatakan akulah yang sebenarnya diantar. Aku mencoba menolak dengan halus.
Masing-masing kami sudah berseragam lengkap dengan sepatu cokelat dan kaus kaki. Aku mengkonfirmasi ulang permintaannya untuk mengantar ke kantor, yang hasilnya tentu saja aku akan terlambat kerja. Tapi, sepertinya dia baru saja mengeluarkan jurus Rayuan Gombal tipe sekian dengan memegangi perutnya yang entah sakit karena kekenyangan setelah sahur tadi, masuk angin, kembung, atau yang lain, aku kurang paham. Tidak tega membiarkannya berkendara, akhirnya kuputuskan saja mengalah oleh jurus Rayuan Gombal tipe sekian tadi.
Di perjalanan, kami membicarakan banyak hal, mulai dari keluhan ingin muntah sebangun tidur pagi tadi, ibu-ibu tambun yang menyopiri sendiri mobilnya, obsesi seorang teman pada mobil seharga empat ratus juta perak, hingga motor bebek jelek warna biru buatan Jepang yang melintas di depan kami. Khusus untuk yang terakhir, dapat dideskripsikan bahwa kendaraan dua tak dengan ujung knalpot meruncing, lampu ekstra berwarna kuning di bawah lampu sorot utama, juga warna body bagian belakang yang tak tentu arah, kami menggelar dialog khusus untuk itu.
Aku: Dik, mungkin motor itu ke sini naik mesin waktu dari masa lalu.
Dik: Hebat ya, masih bisa jalan!
Aku: Mungkin umurnya lebih tua dari kita berdua.
Dik: Hehe...
Soal keinginan muntah di pagi hari? Aku juga belum tahu betul!

17 komentar:

  1. Lha ini fotonya gambar sayap, tapi koq motor yang jadi perbincangan koq 2 tak dan berujung knalpot runcing ?? jadi bingung mendiskripsikan :D

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    BalasHapus
  2. @Prabu: Di situ masih belum dijelaskan hubungan sebab dan akibat. So, ikuti terus ceritanya ya Diiik. Ayo duduk manis... :P
    @Sugeng: Itu motor yang setipe dengan kendaraan yang kami pakai berangkat kerja Mas. Salam hangat juga dari nJombang :)

    BalasHapus
  3. sekedar menyapa dulu,,,
    salam kenal dari saya.. :D

    BalasHapus
  4. mana nih poto motor bebek warna birunya, kok enggak ada hehe

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah mdh2an aku sgra dpt cucu
    Dan nyidamnya mendampingi lay out bukuku hehehe...

    BalasHapus
  6. Dulur Gedangan10 Agustus 2011 08.15

    wah...wah... mentang2 manten anyar. jok lembur ae rek. pale nggreges ngunu. mugo2 isi.

    BalasHapus
  7. Ato bisa jadi dapet "rejeki" tuh

    BalasHapus
  8. @Mabruri: Salam kenal balik :)
    @Akbar: Ndak sempat motret Mas, jaga keseimbangan di atas kendaraan.
    @Kentang: Ya, semoga sakitnya membawa berkah... :)
    @Dulur: He'eh iki, ternyata kembung jaya. Yo ambek aku tak ombeni kopi jahe, sopo ngerti jahene berkhasiat...
    @Agung: Semoga saja!

    BalasHapus
  9. oh njenengan sudah punya istri toh mas... manten baru? wah allhamdulillah... :D

    BalasHapus
  10. Semoga dua setrip ya... :D

    BalasHapus
  11. sibair: Nggih, baru dilantik dua bulan lalu, alhamdulillah. Matur nuwun :)
    Kakaakin: Miss, semoga lain kali saya beruntung.
    ario: Bingung bisa disebabkan oleh aktivitas tidur di senja hari dan bangun setelah maghrib :)

    BalasHapus
  12. sek bingung aku, mangan karo motor opo hubungane

    BalasHapus
  13. @ario: Terlalu banyak job description yang belum tuntas, dari pindahan, renovasi sana-sini, layout project, PC rusak, dan semacamnya bisa mengakibatkan disorientasi cara berpikir. Nah, posting inilah contohnya. Jangan bingung Mas :)

    BalasHapus
  14. loh mas'e sudah menikah? alhamdulillah... aku baru sadar kalo sampeyan ini FIZ yg dulu pernah kopdar sama aku dan Mpok Nopee ya?

    jadi? keinginan untuk muntah waktu itu disebabkan oleh..............?

    BalasHapus

Terima kasih atas komentarnya.